08 March, 2011

kalo mau kuliah di luar

Memilih perguruan tinggi serta jurusan  yang tepat untuk menimba ilmu diluar negeri tidaklah mudah. Apalagi jika calon mahasiswa belum memiliki pengalaman dan tidak mendapatkan informasi yang cukup mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan universitas yang dituju. Agar tidak tertipu, sebaiknya calon mahasiswa melakukan beberapa persiapan sebelum terbang ke kampus yang dicita citakan.
  • Pastikan jurusan dan kampus yang akan dipilih. Cobalah mencari tahu bagaimana sistem belajar-mengajar di kampus tersebut. Cara termudah untuk mendapatkan informasi-informasi yang diperlukan adalah dengan membuka berbagai situs di internet atau berkonsultasi pada konsultan pendidikan yang terpercaya
  • Konfirmasikan apakah perguruan tinggi yang akan dituju diakui dan dapat disetarakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Jangan sampai memilih perguruan tinggi “abal-abal” yang justru menyusahkan calon mahasiswa ketika hendak mencari kerja.
  • Bagi para pencari beasiswa pastikan bahwa kampus yang dilamar memang menyediakan beasiswa. Sebaiknya cari beasiswa penuh dan bukan beasiswa parsial (beasiswa pembebasan SPP saja). Jika tidak memiliki tabungan yang cukup, bagi yang memiliki beasiswa parsial mau tidak mau harus bekerja paro waktu untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Untuk sebagian orang, hal itu akan mempengaruhi konsentrasi belajar.
  • Carilah informasi mengenai asal negara mahasiswa-mahasiswa yang menempuh studi di kampus yang akan dituju. Ada beberapa kampus yang berorientasi menerima mahasiswa asing, ada pula yang hanya menerima mahasiswa dari dalam negeri sendiri. Ada pula kampus yang berorientasi menerima mahasiswa dari negara-negara berkembang.
  • Gali informasi dan pelajari pula budaya di negara tujuan. Dengan demikian, proses adaptasi pun bisa dilakukan sedari dini dan hal itu bisa memperlancar jalannya studi.
  • Kenali makanan-makanan utama di negara-negara tujuan. Apakah ada pantangan makanan tertentu atau tidak. Beras atau nasi sebagian besar bisa didapatkan di berbagai negara di Asia. Namun, di luar negara-negara itu, kalaupun nasi tersedia harganya relatif mahal. Sebaiknya beradaptasilah dengan makanan lokal karena hal itu dapat menghemat sebagian pengeluaran. (sumber: Koran Jakarta, 4 Februari 2010)

No comments:

Post a Comment

gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama. readers pergi meninggalkan jejak. dududu~~